Pengertian Kalam dan Pembagiannya

 

BAB I

PENDAHULUAN

Segala ilmu pengetahuan adalah setinggi-tinggi tuntutan dan kebutuhan yang paling berguna Ilmu nahwu adalah diantara ilmu pengetahuan yang agung kedudukannya,dan ilmu yang paling lughas dalam memberikan penjelasan,sebab ilmu nahwu itulah yang menjamin penjelasan mengenai hakikat-hakikat alqur’an,yang menjelaskan ta’wilan yang samar,yang menampakkan tanda-tanda kemukjizatan dan yang menghilangkan kerancuan kalimat yang singkat.

Ilmu nahwu adalah salah satu cabang ilmu yang dikaji dalam mepelajari Bahasa Arab, karena berhubungan dengan keindahan susunan kata bahasa arab yang digunakan. Dengan keindahan kata akan tersampaikannya perkataan yang sesuai dengan tujuan.

Dalam kali ini, kami akan memaparkan tentang pembagian kalam dalam ilmu  nahwu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ, اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : اسم وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى فَالِاسْمُ يُعْرَفُ بالخفض وَالتَّنْوِينِ, وَدُخُولِ اَلْأَلِفِ وَاللَّامِ, وَحُرُوفِ اَلْخَفْضِ, وَهِيَ مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءُ, وَالْكَافُ, وَاللَّامُ, وَحُرُوفُ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُ وَالْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ, وَالسِّينِ وَسَوْفَ وَتَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ اَلِاسْمِ وَلَا دَلِيلُ اَلْفِعْلِ

 

A.  Pengertian Kalam dan Pembagiannya[1]

اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ, اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : اسم وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى

B.  Defenisi dan Pengertian Kalam

Al kalam ialah Lafadz yang tersusun lagi berfaedah menurut bahasa arab. Adapun Kalam itu terbagi menjadi tiga Bagian :

1.    Isim (Sebuah Kata yang terbentuk dari mashdar Fiil)

2.    Fi’il (Kata kerja)

3.    Dan Huruf yang datang bagi makna.

C.  Mengetahui Alamat Isim

..فَالِاسْمُ يُعْرَفُ بالخفض وَالتَّنْوِينِ, وَدُخُولِ اَلْأَلِفِ وَاللَّامِ

Adapun Isim itu bisa diketahui melalui :

1.     Khafadh (Berharkat Kasrah disebabkan Huruf Huruf Khafadh)

2.     Tanwin (Dengan Harkat Yang bertanwin)

3.     Dan kemasukan alif-lam.

 

D.  Pembagian Huruf Khofadh

وَحُرُوفِ اَلْخَفْضِ, وَهِيَ مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءُ, وَالْكَافُ, وَاللَّامُ,

Adapun huruf khafadh ialah :

1.     Huruf mim (Dari)

2.     Huruf Ila (Ke/Kepada/Sampai)

3.     Huruf 'An (DariPada)

4.     Huruf 'alaa (Atas)

5.     Huruf Fii (pada/Didalam)

6.     Huruf Rubb (Berapa Banyak)

7.     Huruf Ba (dengan)

8.     Huruf Kaaf (Seperti)

9.     Huruf Laam (Untuk/Bagi/milik)

E.   Pembagian Huruf Qasam

وَحُرُوفُ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُ

Adapun huruf qasam (sumpah)adalah :

1.     Huruf waw, (Demi)

2.     Huruf ba (Demi)

3.     Huruf ta. (Demi)

F.   Mengetahui Alamat Fi’il

.وَالْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ, وَالسِّينِ وَسَوْفَ وَتَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ

Adapun Ciri alamat Fiil bisa di ketahui dengan adanya :

1.     Qod (Bawhasannya)

2.     Sin (Nanti)

3.     saufa(Nanti akan)

4.     Ta Ta'nits sakiinah ( Pelaku perempuan)

 

G.  Huruf

.وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ اَلِاسْمِ وَلَا دَلِيلُ اَلْفِعْلِ

Adapun "Huruf" adalah Lafadz Yang tidak pantas disertai Alamat (Tanda) Isim dan juga alamat (Tanda)Fiil

1.  Isim

هو كلمة د لّت علي معنيًَ في نفسِها ولمْ تقترِنْ بزمانٍِ وضعا

yaitu kata yang menunjukkan makna untuk dirinya sendiri, dan tidak ada hubungannya dengan waktu tertentu”[2]

Di dalam bahasa Indonesia, barangkali kalimat isim ini lebih tepat disebut dengan kata benda.

Contoh :

بَيْتٌُ      = rumah

يَدٌُ         = tangan

محمّدٌُ    = Muhammad

2.  Fi’il

هو كلمة د لّت علي معنيًَ في نفسِها واقترَنتْ بأحد الأزمنة الثلاثة وضعا

yaitu kata yang menunjukkan makna untuk dirinya sendiri, dan berkaitan dengan salah satu dari tiga jenis waktu”

Jenis-jenis waktu yang dimaksud :

1)    Waktu lampau/ al madhiy (الماضي)

2)    Waktu sekarang/ al hal (الحال)

3)    Waktu akan datang/ al istiqbal (الإستِقبال)

Di dalam bahasa Indonesia, barangkali kalimat fi’il ini lebih tepat disebut dengan kata kerja.

Contoh :

جَلًسَ     = (telah) duduk

يَنْصُرٌ   = (sedang/ akan) menolong

يَرْمِي    = (sedang/ akan) melempar

3.  Huruf

هو كلمة د لّت علي معنيًَ في غيرها

“yaitu kata yang menunjukkan suatu makna disertai dengan kata lainnya”

Di dalam bahasa Indonesia, barangkali kalimat huruf ini lebih tepat disebut dengan kata Bantu/ sandang.

Contoh :

مِنْ        = dari

عَليَ      = di atas

بِ         = dengan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Alhamdulillah, sekarang kita sudah mengetahui apa itu Kalam (atau Ucapan) menurut kaedah bahasa Arab. Ternyata, Kalam itu hanya sebuah kalimat yang terdiri dari tiga bagian, yaitu : Isim, FiiL, dan Huruf. Tetapi agar lebih memahami bab kalam ini mari kita lihat contoh berikut : .قام زيد وعمر. (Zaid dan Umar telah berdiri) Lafadz(قام) sebagai Fiil, dan lafadz (زيد) sebagai Isim, serta huruf (و) sebagai Huruf. 

Inilah yang di sebut dengan kalam menurut kaedah Ilmu Nahwu, karena kalam ialah : lapadz yang tersusun lagi berfaedah menurut Bahasa arab yang terdiri dari Isim, Fiil dan Huruf serta dapat di mengerti oleh orang yang mendengarkanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Catatan dars al Ajurumiyah, Ma’had al Huda.

http://makalah-agama-islam.blogspot.com/2012/06/pembagian-kalam.html#pages/2



[1] http://makalah-agama-islam.blogspot.com/2012/06/pembagian-kalam.html#pages/2, Di akses, Selasa, 01 September 2015, Pukul 09.00

[2] Catatan dars al Ajurumiyah, Ma’had al Huda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH BAHASA ARAB SIFAT DAN MAUSUF

rpp kelas VIII SEMESTER 2 MENERAPKAN HUKUM BACAAN MAD DAN WAQAF

RESUME MAKALAH BAHASA ARAB ISIM JAMID DAN MUSYTAQ