Resume Isim dan Pembagiannya
Resume Isim dan Pembagiannya
ISIM DAN PEMBAHAGIANNYA
1. Pengertian Isim
بِزَمَنٍ يَقْتَرِنْ لَمْ وَ مَعْنًى عَلىَ دَلَّتْ كَلِمَةٌ
Artinya
: “Jenis kata yang mengandung makna yang tidak terikat dengan waktu
(tenses)”.
Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa ISIM adalah semua jenis kata benda atau segala
sesuatu yang dikategorikan benda; baik benda mati maupun benda hidup, tanpa
berkaitan dengan masalah waktu. Di sisi lain, ISIM (kata benda) ada yang
bersifat konkrit (dapat dijangkau indera) dan ada pula yang bersifat abstrak
(tidak dijangkau diindera).
2. Ciri-Ciri Isim
Isim memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai
berikut :
a. Berharokat kasroh atau
kasrohtain : Jika suatu kata mempunyai akhiran kasroh, maka bisa dikatakan ia
adalah isim.
Contoh
:
رَضِيْتُ
بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِْسْلاَمِ دِيْنًا
Kata
yang di garis bawah (للهِ dan لإِْسْلاَمِ) di atas termasuk isim, dikarenakan akhiran
katanya berupa harokat kasroh
b.
Tanwin : Jika suatu kata berakhiran tanwin, maka ia
adalah isim.
Contoh :
ضَرَبَ
اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِِّبَةً
Kata bergarisbawah (مَثَلاً
كَلِمَةً طَيِِّبَةً)
di atas merupakan isim, terlihat dari adanya tanwin pada akhirannya.
c.
Terdapat لا pada awal kata
Contoh
:
المَلِكُ
القُدُّوْسُ السَّلاَمُ
Kata
yang bergaris bawah (keseluruhan kata) di atas merupakan isim, karena
bergandengan dengan لا.
Perlu
diketahui, jika suatu isim bergandengan dengan لا, maka isim tersebut tidak boleh di tanwin,
begitu pula sebaliknya, sehingga isim tidak boleh kemasukan tanda لا dan tanwin pada satu kata, namun isim harus
mempunyai salah satu dari kedua tanda di atas, baik itu لا saja atau tanwin saja
d.
Terletak setelah huruf jar
Diantara huruf-huruf jer adalah : (مِنْ
– إِلَى
– عَنْ
– عَلَى
– فِي
– رُبَّ
– بِـ
– كَا
– لِـ.. )
مِنْ
: Dari عَنْ
:
Dari
بِـ : Dengan
إِلَى
: Ke لِـ
: Milik,
Kepunyaan
كَا
: Seperti
عَلَى : Di
atas رُبَّ : Betapa banyak,
acapkali فِي
: Di dalam
Contoh :
فِي
بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ
Dari contoh di atas, kata بَيْتٍ
dan بُيُوْتِ
, termasuk isim
karena terletak setelah huruf jer.
e.
Idhofah (penyandaran) = Mudhof mudhof ‘ilaih : Jika
terdapat dua kata yang bergandengan, dengan kata yang kedua mempunyai akhiran
kasroh, maka kedua kata tersebut kemungkinan besar adalah isim.
Contoh : كِتَابُ
مُحَمَّدٍ
: Kitabnya Muhammad
دِيْنُ
الإِسْلاَمِ
: Agama Islam
Kata pertama sebagai mudhof (yg disandarkan) dan kata
kedua sebagai mudhof ilaih (yang menyandarkan). Kata yang kedua di atas adalah
isim, karena idhofah, dan terlihat pada kata kedua mempunyai akhiran kasroh.
Komentar
Posting Komentar