RESUME MAKALAH BAHASA ARAB IDHAFAH
RESUME
IDHAFAH
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Idhofah
Idhofah adalah penyandaran
suatu kalimah (isim) kepada kalimah lain sehingga menimbulkan pengertian yang
lebih spesifik. Idhofah tersusun daridua bagian isim yaitu mudhof dan
mudhof ilaih. Bagian yang pertama disebut mudhof (kata yang
disandarkan), dan bagian yang kedua disebut mudhof ilaih(kata yang disandari).
B.
Hukum Idhofah
1.
Dalam susunan idhofah,
mudhof tidak didahului alif lam (ال).
Contoh:
Mudhof= الرَّسُوْلُ
mudhof ilaih= اللهُ
Susunan idhofahnya adalah,
رَسُوْلُ
اللهِ (Rasulullah)
mudhof=البَابُ
mudhof ilahi= الْمَسْجِدُ
Susunan idhofahnya adalah,
بَابُ الْمَسْجِدِ (Pintu Masjid)
2.
Akhiran pada
mudhof dalam idhofah tidak boleh tanwin.
Contoh:
Mudhof= حَقِيْبِةٌ
mudhof ilaihi= مُحَمَّدٌ
Susunan idhofahnya adalah,
حَقِيْبَةُ مُحَمَّدٍ (Tas Muhammad)
Mudhof= جَوَّالٌ
mudhof ilaihi= مُحَمَّدٌ
Susunan idhofahnya adalah:
جَوَّالُ مُحَمَّدٍ (Handphone Muhammad)
3.
Membuang nun mutsanna atau
jamak pada mudhof dalam idhofah.
Contoh:
mudhof= كِتَابَانِ
mudhof ilaihi= مُحَمَّدٌ
Susunan idhofahnya adalah,
كِتَابَا مُحَمَّدٍ (Kitab Muhammad)
Mudhof= مُدَرِّسُوْنَ
mudhof ilaihi= مَعْهَدٌ
Susunan idhofahnya adalah,
مُدَرِّسُوْ مَعْهَدٍ (Para pengajar ma’had)
Sedangkan aturan mudhof
ilaih yaitu:
1.
Diawali dengan alif lam (ال). Selalu menempati status majrur (yaitu menggunakan tanda
kasrah)
Contoh: الجَامِعَةِ, (kampus) ,المَكْتَبِ (kantor) diawali
dengan alif lam dan berharokat kasroh.
2.
tidak diawali alif lam (ال) tetapi harokat kasroh tanwin.
مُحَمَّدٍ (Muhammad)
بَيْتٍ (rumah)
tidak boleh menggunakan alif lam.
3.
Tidak berupa kata sifat,
sebab apabila berupa kata sifat, susunannya berupa menjadi bukan lagi
idhofah.
Contoh idhofah yang lain:
مَسْجِدُ الجاَمِعَةِ
Masjid kampus
سُورَةُ الفَاتِحَهِ
Surat Al-Fatihah
بَيْتُ الأُسْتاَذِ
Rumah ustadz
باَبُ الفَصْلِ
Pintu kelas
Kataمَسْجِدُ رَسُوْلُ, سُورَةُ, , بَيْتُ , باَبُ merupakan mudhof. Sedangkan
kataالجاَمِعَةِ , الفَاتِحَهِ , اللّةِ , الأُسْتاَذِ , الفَصْلِ merupakan mudhof ilaih.
Penisbatan
atau penyandaran idhofah juga menyimpan arti مِنْ (dari), فِيْ (di dalam),لِ (untuk/milik).
Contoh:
مَكاَنُ الْوُضُوْءِ
Tempat (untuk) wudhu
مُوَظَّفُ الْمَكْتَبِ
Pegawai(nya) kantor
تِلْمِيْذُ
مَدْرَسَةٍ
Siswa
(di) sekolah
خاَتَمُ
ذَهَبٍ
Cincin
(dari) emas
سَيَّارَةُ
فَاطِمَةِ
Mobil
(milik) Fatimah
C. Macam-macam
idhofah
Idhofah dibagi menjadi dua, yaitu:
1.
Idhofah maknawiyyah yaitu
idhofah yang memberikan faedah mema’rifatkan (sehingga dapat menimbulkan
perubahan dari nakiroh menjadi ma’rifat atau sekurang-kurangnya taksis/tidak
berarti umum betul)[4]. Definisinya adalah keadaan mudhof bukan
merupakan isim sifat yang dimudhofkan. Artinya tidak merupakan isim sifat sama
sekali.
Contoh:
البَيْتِ مِفْتاَحُ
kunci rumah
التِلْمِيْذِ كِتاَبُ
Buku murid
مَكْتَبُ بَرِيْدٍ
Kantor pos
2.
Idhofah lafaziyyah yaitu
idhofah yang tidak memberikan faedah mema’rifatkan mudhof (yaitu sekedar untuk
meringankan bacaannya saja). Definisinya adalah keadaan mudhof merupakan isim
sifat yang di mudhofkan.
Contoh:
عَظِيْمُ الْاَمَلِ
Yang besar cita-citanya
مُرَوَّعُ الْقَلْبِ
Yang di pelihara hatinya
قَلِيْلُ الْحِيَلِ
Sedikit tipu muslihatnya
Dalam idhofah lafazziyah,
penambahan alif lam pada mudhof dibolehkan, karena sesungguhnya dari sisi makna
bukanlah mudhof.
Contoh:
الْجَعْدُ
الشَّعْرِ
Rambut yang bergumpal (alif lam berada pada
lafaz yang di idhofati oleh mudhof ilaih itu).
Adapun adanya alif lam itu
pada isim sifat, bisa dianggap cukup (alif lam pada mudhofnya saja, tidak ada
pada mudhof ilaihnya), yaitu kalau isim sifat itu tasniyah atau jamak mudzakar
salim.
Contoh:
الْمُعَلِّمُوْ زَيْدٍ
Orang-orang (banyak) yang mengajari zaid
الْمُعَلِّماَ زَيْدٍ
Dua orang yang mengajari zaid.
Komentar
Posting Komentar