Resume Makalah Jumlah Fi'liyah
Resume Makalah Jumlah Fi'liyah
JUMLAH
FI’LIYAH
1.
Pengertian Jumlah Fi’liyah
Dalam bahasa arab istilah kalimat di sebut dengan Jumlah,
dan kalimat sempurna disebut dengan Jumlah Mufidah. Sedangkan jumlah sendiri
merupakan susunan dari beberapa kalimah yang memahirkan atau pesan yang sempurna
Ada dua macam Jumlah atau kalimat ( dalam bahasa
indonesia), yaitu jumlah ismiyah ( kalimat nolminal ) dan jumlah fi’liyah (
kalimat verbal )
Jumlah Fi’liyah adalah suatu kalimat yang diawali dengan
kata kerja, dan Jumlah Fi’liyah terdiri dari dua unsur yaitu Fi’il ( kata kerja
) dan Fa’il ( subjek/pelaku ), apabila fa’il berbentuk muannas mala fi’il juga
harus muannas, Begitujuga apabila berbentuk mudzakar. Namun apabila fa’il
berbentuk mutsanna ( ganda ) ataupun Jamak ( banyak ) maka fi’il harus tetap
mufrod ( tunggal ).
Metode struktur paling sederhana untuk jumlah fi’liyah
adalah :
|
Fa’il [ kata kerja ] + fa’il
[ pelaku ] atau Fi’il [ kata kerja ] + fa’il
[pelaku ] + maf’ul bih [ obyek ] |
Jika
menyesuaikan tata bahasa indonesia, jumlah fi’liyah itu sama dengan susunan S P
O, S sebagai Subjek , itu sama dengan fa’il sebegai pelaku, P sebagai Predikat
, itu sama dengan fi’il sebagai pekerja, dan O sebagai Objek itu sama dengan
Maf’ul Bih sebagai yang di kenai pekerjaan.
Kalau
maf’lu bih itu adalah isim yang dibaca nashab yang dikenai pekerjaan. Sebuah
kalimat yang berpredikat kata kerja transitif harus dilengkapi dengan objek
atau maf’ul bih.
Obyek tidak harus ada dalam jumlah fi’liyah, karena ada
fi’il yang menuntut obyek dana ada yang tidak menuntut obyek[1]
2.
Pembagian Fi’il Berdasarkan Bentuk
Menurut
bentuknya fi’il terbagi menjadi dua. Yaitu ,fi’l sahih dan fi’l mu’tal. Fi’l
sahih adalah kata yang semua huruf aslimya bukan huruf ‘illat, ( ق,و,ى,ا ) contohnya كَتَبَ , فَرِحَ, سَيْطَرَ , شَارَكَ ,
dan اِجْلَوَّذَ.
Sedangkan fi’l mu’tal adalah kata yang salah satu huruf aslinya adalah
huruf ‘illat, contohnya وَعَدَ ,
قَامَ , dan رَضِيَ.[2]
3.
Pembagian Fi’il Berdasarkan Jenis
Menurut jenisnya fi’il terbagi menjadi dua, yaitu fi’il
lazim dan fi’il muta’addi. Fi’il lazim adalah kata kerja yang tidak membutuhkan
obyek/maf’ul bih. Sedangkan muta’addi adalah kata kerja yang membutuhkan obyek/
maf’ul bih.[3]
4.
Contoh - Contoh Jumlah Fi’liyah
مُحَمَّدٌ قَرَأَ ( Muhammad telah membaca )
هِنْدٌ قَرَأَتْ (
Hindun telah membaca )
زَيْدٌ يَقْرَأُ (
Zaid sedang membaca )
الطَّالِبُوْنَ يَقْرَأُ ( Para siswa sedang
membaca )
Keterangan
: kata yang berwarna merah adalah fi’il sedangkan yang berwarna hitam adalah
fa'il.
Pada
contoh 1 dan 2 dapat kita lihat kesesuaian antara fi’il dan fa’il dalam
jenisnya yaitu mudzakar dan muannast. Sedangkan pada contoh 3 dan 4 dapat kita
lihat bahwa berapapun bilangan failnya fi’il harus tetap mufrod.
Komentar
Posting Komentar